Sejarah

Doesun Sirap

Doeson Sirap

Di Dusun Gunung Kelir, Desa Kelurahan, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, sekelompok ibu-ibu dengan penuh semangat memanjat tangga untuk memetik biji kopi. Mereka membawa wadah dan karung, tidak tampak merasa cemas saat melakukan kegiatan panen tersebut. Setelah wadah mereka penuh, mereka kembali turun untuk menyimpan hasil petikan ke dalam karung.

Kegiatan panen kopi ini memang rutin dilakukan oleh warga Dusun Gunung Kelir, yang terletak di lereng Gunung Kelir. Kebun kopi ini telah ada sejak era penjajahan Belanda dan kini mencakup area seluas 500 hektar, berada pada ketinggian antara 700 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut.

 
 

Kebun kopi ini dikelola sepenuhnya oleh warga Dusun Sirap. Menurut Camat Jambu, Edi Soekarwo, dari total populasi 41 ribu jiwa di Kecamatan Jambu, sekitar 25 persen merupakan petani kopi. Luas total kebun kopi di wilayah ini mencapai lebih dari 1.150 hektar.

Setiap tahunnya, hasil panen bisa mencapai 250 ton, dengan biji-biji kopi tersebut tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga diekspor ke berbagai negara seperti Korea, Jepang, Kanada, Inggris, dan Prancis.

Salah satu produk khas dari kebun kopi ini adalah Java Mocha, yang menjadi satu-satunya kopi rasa mocha di Jawa Tengah. Rasa mocha yang khas ini muncul karena sebelumnya kebun tersebut ditanami pohon kakao sebelum dialihfungsikan menjadi kebun kopi.

Ketua Gabungan Kelompok Tani Kopi Dusun Sirap, Ngadiyanto, menjelaskan bahwa semua tanaman kopi di daerah mereka dikelola secara organik, menggunakan pupuk dan pestisida alami untuk menjamin produk yang sehat bagi konsumen.

Di tengah kebun kopi, terdapat sebuah kafe bernama Wade, yang merupakan singkatan dari warung desa. Di sini, pengunjung bisa menikmati berbagai produk kopi dari kebun sambil belajar cara menyeduh dan memetik kopi.

Sejak dibuka pada tahun 2017, kafe ini berkembang menjadi destinasi wisata pada tahun 2019, berkat pengelolaan yang baik. Selain menawarkan pengalaman menikmati kopi di lingkungan kebun yang sejuk, tempat ini juga memberikan edukasi tentang proses pembuatan kopi dan kesempatan untuk menjelajahi kebun serta ikut memanen kopi.

 

SIPOKTAN COFFE adalah platform digital yang dirancang untuk mendukung dan mempermudah komunikasi serta manajemen informasi antara anggota kelompok tani. Website ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan pertanian melalui pemanfaatan teknologi informasi.

Contact Us

Don’t miss our future updates! Get Subscribed Today!

©2024. sipoktancoffee, Pengabdian Masyarakat Pemula, STIE Bank BPD Jateng.

Scroll to Top